FPRB Pleret Sahur Lauk Ungkrung Tawon Vespa Usai OTT Sarang Tawon di Pungkuran Pleret

23 Februari 2026
Rifqi Fatoni
Dibaca 9 Kali
FPRB Pleret Sahur Lauk Ungkrung Tawon Vespa Usai OTT Sarang Tawon di Pungkuran  Pleret

InfoPleret – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Pleret kembali menunjukkan respon cepatnya dalam menangani potensi bahaya di wilayah. Pada Minggu malam, 22 Februari 2026, tim FPRB bergerak melakukan operasi tangkap dan evakuasi sarang tawon vespa di Padukuhan Pungkuran RT 05.

Ketua FPRB Kalurahan Pleret, Muhammad Rahadian Barnadib, segera mengerahkan anggota setelah menerima laporan dari warga terkait adanya sarang tawon vespa yang berada di salah satu rumah warga, yang dikenal sebagai penjual tahu guling di wilayah tersebut. Keberadaan sarang tawon yang cukup besar dinilai membahayakan penghuni rumah maupun warga sekitar, terlebih aktivitas masyarakat masih berlangsung pada malam hari.

Tanpa menunda waktu, tim FPRB langsung melakukan pergerakan dan penanganan sarang tawon dengan perlengkapan pengamanan standar. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar dan terkendali, sehingga potensi ancaman sengatan tawon terhadap warga berhasil diminimalisir.

Ketua FPRB menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen FPRB dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia juga mengimbau warga agar segera melapor apabila menemukan potensi bahaya serupa di lingkungan masing-masing.

Menariknya, setelah operasi tangkap tawon (OTT) tersebut selesai, kebersamaan dan kekompakan anggota FPRB semakin terasa. Menjelang waktu sahur, para anggota menikmati hidangan spesial berupa ungkrung tawon vespa hasil evakuasi yang telah diolah.

Momentum sahur bersama ini menjadi simbol soliditas dan semangat gotong royong relawan FPRB Kalurahan Pleret. Tidak hanya sigap dalam bertugas, namun juga mampu menjaga kebersamaan dan kekompakan di tengah tugas kemanusiaan.

Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh anggota FPRB Kalurahan Pleret atas dedikasi, keberanian, serta kebersamaan yang terus terjaga dalam setiap aksi penanggulangan risiko bencana di wilayah.