Forum Kepariwisataan Kabupaten Bantul Tinjau Desa Wisata Bumi Mataram Pleret
InfoPleret - PLERET, BANTUL — Komitmen untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Bantul terus diperkuat melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Forum Kepariwisataan Kabupaten Bantul melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Bumi Mataram Pleret sebagai tindak lanjut rapat Forum Kepariwisataan yang telah dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk melihat secara langsung potensi, kebutuhan, serta berbagai kendala pengembangan destinasi wisata di Kalurahan Pleret. Melalui survei lapangan tersebut, pemerintah daerah berupaya memperoleh gambaran nyata mengenai fasilitas dan infrastruktur yang perlu ditingkatkan agar pariwisata Pleret semakin berkembang dan mampu memberikan pengalaman berwisata yang lebih baik bagi pengunjung.
Rombongan Forum Kepariwisataan terdiri atas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan bidang Perumahan dan Permukiman, Bina Marga serta Cipta Karya DPUPKP Kabupaten Bantul, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata, serta Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Kabupaten Bantul.
Kehadiran rombongan disambut hangat di Gerbang Pleret oleh Ketua Desa Wisata Bumi Mataram Pleret, Tsalis Nur Sholikhah, beserta jajaran pengurus, Ketua Pokdarwis Tono, serta Anang Jatmiko selaku Pelaksana Kegiatan Bidang Kepariwisataan dari Pemerintah Kalurahan Pleret.
Menggali Potensi dan Menyusun Arah Pengembangan Desa Wisata
Kegiatan diawali dengan sambutan dan paparan dari Ketua Desa Wisata Bumi Mataram Pleret mengenai kondisi kelembagaan, potensi wisata yang dimiliki, serta program pengembangan jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Tsalis menyampaikan bahwa Desa Wisata Bumi Mataram Pleret memiliki potensi yang beragam, mulai dari wisata sejarah dan budaya, wisata edukasi pertanian, pemberdayaan kelompok masyarakat, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan kunjungan ke suatu tempat, tetapi juga memberikan pengetahuan, cerita sejarah, serta interaksi langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.
Melalui forum diskusi, pengelola desa wisata bersama pemerintah membahas berbagai kebutuhan pengembangan destinasi, termasuk peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas pendukung, penguatan narasi sejarah, dan keterpaduan antarlokasi wisata.
Pleret Didorong Menjadi Destinasi Unggulan Berbasis Sejarah Mataram Islam
Dalam arahannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati Bantul, sektor pariwisata Kabupaten Bantul perlu terus ditingkatkan agar semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.
Desa Wisata Bumi Mataram Pleret didorong untuk mengembangkan potensi khas yang dimiliki, terutama kekayaan sejarah Mataram Islam yang melekat kuat dengan wilayah Pleret.
Pleret memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Mataram Islam, khususnya pada masa pemerintahan Sultan Agung. Potensi sejarah ini dinilai dapat dikembangkan menjadi identitas destinasi yang kuat melalui penyusunan narasi sejarah yang menarik, penataan lokasi, serta pengembangan pengalaman wisata yang mampu menghidupkan kembali cerita masa lalu.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya membangun narasi dan destinasi yang menceritakan awal mula Sultan Agung tiba di Pleret untuk membangun pusat pemerintahan, termasuk kawasan Keraton Kerto. Kisah mengenai perjalanan kedatangan Sultan Agung, kemungkinan jalur air atau titik persinggahan, serta keterkaitannya dengan perkembangan kawasan kerajaan dapat menjadi bagian dari pengembangan interpretasi sejarah yang perlu dikaji dan didukung oleh sumber sejarah yang memadai.
Gagasan tersebut sejalan dengan harapan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X agar Pleret memiliki destinasi yang mampu menceritakan awal mula Sultan Agung menginjakkan kaki di Pleret dalam rangka membangun keraton. Harapan ini menjadi dorongan bagi pengelola dan pemerintah untuk bersama-sama menggali, merangkai, serta menyajikan sejarah Pleret dalam bentuk destinasi wisata yang informatif dan berkarakter.
Dengan demikian, wisata sejarah Pleret diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan mengunjungi situs-situs bersejarah, tetapi juga menghadirkan cerita yang utuh tentang perjalanan peradaban Mataram Islam dan warisan budayanya.
Infrastruktur dan Kenyamanan Wisatawan Menjadi Perhatian
Selain penguatan potensi sejarah, kunjungan lapangan ini juga menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas yang memadai bagi wisatawan. Pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan keunikan atraksi, tetapi perlu didukung akses yang mudah, informasi yang jelas, serta fasilitas yang aman dan nyaman.
Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi peningkatan akses jalan menuju destinasi, papan petunjuk arah, penataan area parkir, penyediaan toilet yang ramah penyandang disabilitas, serta kemungkinan pengembangan layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas wisatawan antarlokasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul mendorong pengelola desa wisata agar menyampaikan usulan kebutuhan secara terarah kepada OPD terkait. Dengan mekanisme tersebut, masing-masing perangkat daerah dapat menelaah kebutuhan sesuai kewenangan, skala prioritas, serta kemungkinan dukungan program dan anggaran yang tersedia.
Ketersediaan fasilitas yang baik diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperpanjang waktu tinggal wisatawan, serta membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata.
Survei Lapangan ke Museum Pleret, KWT Puspa Gemari, dan Banyu Kencono
Usai paparan dan diskusi di Gerbang Pleret, rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan survei langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pengembangan Desa Wisata Bumi Mataram Pleret.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Museum Pleret dan KWT Puspa Gemari Kedaton. Museum Pleret menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata edukasi sejarah, sedangkan KWT Puspa Gemari Kedaton merepresentasikan potensi pemberdayaan perempuan, pertanian, pengolahan produk lokal, dan edukasi pemanfaatan pekarangan.
Keterhubungan kedua lokasi tersebut membuka peluang pengembangan paket wisata yang memadukan pengetahuan sejarah dengan aktivitas pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Wisatawan tidak hanya diajak mengenal jejak sejarah Pleret, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kawasan wisata pertanian Banyu Kencono, Karet, Pleret. Lokasi ini menjadi salah satu potensi wisata berbasis pertanian yang dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan pengenalan inovasi pertanian kepada masyarakat maupun wisatawan.
Survei di setiap lokasi memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan fasilitas, serta mendiskusikan peluang pengembangan yang dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi Pemerintah dan Pengelola Menjadi Kunci Tindak Lanjut
Kunjungan Forum Kepariwisataan Kabupaten Bantul ini diharapkan menjadi titik awal bagi percepatan tindak lanjut atas berbagai kebutuhan pengembangan destinasi di Pleret. Hasil survei lapangan selanjutnya perlu diterjemahkan menjadi daftar kebutuhan yang terukur, usulan program, serta rencana penanganan berdasarkan skala prioritas.
Rencana pengembangan pariwisata melalui dukungan program OPD ditargetkan untuk diusulkan dan ditindaklanjuti pada tahun 2027, dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak, kewenangan masing-masing perangkat daerah, serta ketersediaan anggaran.
Oleh karena itu, Desa Wisata Bumi Mataram Pleret perlu segera menyiapkan proposal dan dokumen pengajuan kepada OPD terkait, disertai data kondisi lapangan, kebutuhan teknis, lokasi prioritas, dan manfaat program bagi pengembangan destinasi maupun masyarakat.
Bagi pengelola, kesempatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pengembangan desa wisata membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah kalurahan, pengelola desa wisata, Pokdarwis, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, hingga perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pembangunan infrastruktur, lingkungan, transportasi, dan pariwisata.
Ketua Desa Wisata Bumi Mataram Pleret, Tsalis Nur Sholikhah, bersama jajaran pengurus diharapkan dapat menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut melalui penyusunan prioritas kebutuhan dan rencana pengembangan yang lebih terarah.
Ke depan, Desa Wisata Bumi Mataram Pleret diharapkan mampu tumbuh sebagai destinasi yang memadukan kekayaan sejarah Mataram Islam, wisata budaya, pertanian edukatif, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu pengalaman wisata yang saling terhubung.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menjawab kebutuhan di lapangan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin