Merti Dusun Keputren Meriah, Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Penutup Penuh Makna

07 September 2026
Dewi Orisya
Dibaca 8 Kali
Merti Dusun Keputren Meriah, Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Penutup Penuh Makna

PLERET, 5 September 2026 — Suasana malam di Keputren, Kalurahan Pleret, Bantul, berlangsung semarak. Ratusan warga dusun setempat dan luar dusun berkumpul menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi puncak acara Merti Dusun Keputren.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang Ki Cermo Hadi Sutoyo dengan lakon “Petruk Nagih Janji”. Pertunjukan wayang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Bapak Nur Subiyantoro, S.I.Kom., Anggota DPRD DIY, Wakil Bupati Bantul, Bapak H. Aris Suharyanta, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul Bapak Yanatun Yunadiana, S.Si., M.Si., Panewu Pleret Ibu Evie Nur Siti Fatonah, S.Sos., M.M., Kapolsek Pleret AKP Rudianto, S.H., M.H., Danramil Pleret, Lurah Pleret Bapak Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs., pamong Kalurahan Pleret, serta tokoh masyarakat Keputren.

Merti Dusun Keputren merupakan tradisi yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi, rezeki, kesehatan, dan keberkahan. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat dan melestarikan kebudayaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui pagelaran wayang kulit, nilai-nilai budi pekerti, gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, dan pentingnya menepati janji turut disampaikan kepada masyarakat. Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan lakon Petruk Nagih Janji yang sarat akan kritik dan tuntunan kehidupan.

Masyarakat berharap Merti Dusun Keputren tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi terus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, merawat tradisi, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Dengan semangat kebersamaan, tradisi dan budaya lokal di Keputren diharapkan tetap hidup, berkembang, serta mampu menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Pleret.

Merti Dusun Keputren Meriah, Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Penutup Penuh Makna
Merti Dusun Keputren Meriah, Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Penutup Penuh Makna
Merti Dusun Keputren Meriah, Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Penutup Penuh Makna