Kalurahan Pleret Tampilkan Ketoprak Lesung dalam Pentas Selasa Wagen di Teras Malioboro

03 November 2026
Dewi Orisya
Dibaca 6 Kali
Kalurahan Pleret Tampilkan Ketoprak Lesung dalam Pentas Selasa Wagen di Teras Malioboro

BANTUL – Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, kembali menunjukkan eksistensinya dalam pelestarian seni dan budaya tradisional melalui pementasan Ketoprak Lesung dalam agenda Pentas Selasa Wagen Desa Budaya Pleret, Selasa (3/11/2026), bertempat di Teras Malioboro 1, Kota Yogyakarta.

Pentas Selasa Wagen merupakan ruang ekspresi dan apresiasi karya seni sekaligus wadah untuk menampilkan potensi serta kekayaan budaya desa yang telah menyandang predikat Desa Budaya dan Desa Mandiri Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebelum memulai pementasan, seluruh rombongan pemain dan tim pendukung terlebih dahulu melaksanakan ibadah salat Magrib karena mendapat jadwal tampil pukul 18.40 WIB. Setelah menunaikan kewajiban ibadah, para pemain dan kru kembali mempersiapkan diri dengan penuh semangat untuk menampilkan karya seni terbaik di hadapan masyarakat dan pengunjung Teras Malioboro 1. Hal ini mencerminkan bahwa semangat berkesenian dan pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalurahan Pleret.

Dalam kesempatan tersebut, Kalurahan Pleret menampilkan kesenian tradisional Ketoprak Lesung dengan lakon "Sawong Pinunjol". Pertunjukan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen masyarakat Pleret dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan seni budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi masa kini.

Keistimewaan pementasan ini tidak hanya terletak pada cerita yang disajikan, tetapi juga pada garapan musikal yang memadukan berbagai ricikan gamelan. Seluruh unsur pertunjukan diolah dengan memperhatikan konsep wirogo, wiroso, dan wiromo, sehingga tercipta perpaduan gerak, rasa, dan irama yang harmonis. Keselarasan tersebut memperkuat suasana pertunjukan sekaligus memberikan pengalaman artistik yang khas bagi para penonton.

Ketoprak Lesung, Warisan Budaya dari Tradisi Agraris

Ketoprak Lesung merupakan kesenian yang berakar dari kehidupan masyarakat agraris pada masa lalu. Berawal dari kebiasaan masyarakat menggunakan lesung dan alu sebagai alat penumbuk padi, bunyi-bunyian yang dihasilkan kemudian berkembang menjadi iringan kesenian.

Seiring perjalanan waktu, tradisi tersebut mengalami perkembangan menjadi sebuah pertunjukan seni yang memadukan unsur musik, nyanyian, tari, dan seni peran. Menurut tutur sejarah yang berkembang dan diyakini masyarakat setempat, kesenian Ketoprak Lesung di Pleret telah tumbuh sejak masa sebelum pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam ditinggalkan dari Pleret.

Hal ini menjadikan Ketoprak Lesung bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan juga bagian dari identitas sejarah dan kekayaan budaya masyarakat Pleret yang patut dilestarikan.

Komitmen Desa Mandiri Budaya dalam Pelestarian Seni

Keikutsertaan Kalurahan Pleret dalam Pentas Selasa Wagen juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan potensi seni budaya lokal. Sebagai Kalurahan Mandiri Budaya, Pleret telah mendapatkan fasilitasi pementasan sebanyak dua kali dalam kurun waktu 2024–2026. Fasilitasi tersebut menjadi kesempatan berharga untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas pertunjukan, serta memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya.

Pementasan ini didukung oleh tim produksi yang terdiri atas Tri Tunggal selaku pimpinan produksi, Febri Agung sebagai sutradara, Rahmad sebagai penata cahaya, Syafira sebagai penata kostum, serta Hudi Eka sebagai penata iringan.

Sementara itu, monitoring dan pendampingan Desa Budaya dilakukan oleh Kusumo Prabowo dan Ali Das'at. Kegiatan ini juga berada dalam koordinasi Tri Tunggal Wisnu selaku Ketua Desa Budaya Pleret.

Melalui Pentas Selasa Wagen, Kalurahan Pleret berharap kesenian tradisional tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi terus tumbuh sebagai kekuatan identitas, kebanggaan, sekaligus potensi unggulan masyarakat.

Lurah Pleret beserta Pamongnya serta Ketua Bamuskal dan anggotanya hadir menyaksikan performance dan sebagai bentuk apresiasi kepada kawan-kawan dari Desa Budaya.

Dari Pleret untuk Yogyakarta. Merawat tradisi, menghidupkan budaya, dan mewariskan kekayaan leluhur kepada generasi mendatang.

Kalurahan Pleret Tampilkan Ketoprak Lesung dalam Pentas Selasa Wagen di Teras Malioboro
Kalurahan Pleret Tampilkan Ketoprak Lesung dalam Pentas Selasa Wagen di Teras Malioboro
Kalurahan Pleret Tampilkan Ketoprak Lesung dalam Pentas Selasa Wagen di Teras Malioboro